Jumat, 01 Januari 2010

PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM DAN PENGARUH TERHADAP MASYARAKAT

  1. Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
Daerah kekuasaan Islam pada perkembangan sebelumnya makin sempit. Karena pada awalnya perluasan agama Islam dilakukan dengan cara berperang. Mengingat perkembangan sebelumnya, pada masa berikutnya perluasan Islam dilakukan dengan cara damai. Yaitu dengan cara melakukan perdagangan. Melalui perdagangan inilah agama Islam masuk ke wilayah Indonesia. Agama Islam masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke-7 M dan pada abad ke-13 M membentuk kerajaan-kerajaan Islam.
Agama dan kebudayaan Islam berkembang sangat pesat di wilayah Indonesia. Berawal dari masyarakat pesisir pantai, agama dan kebudayaan Islam dikembangkan ke daerah pedalaman. Perkembangan di daerah ini, ditujukan kepada kalangan istana, yaitu raja, keluarga raja dan kaum bangsawan. Apabila raja telah masuk islam, maka rakyat mengikuti jejaknya. Mengingat rakyat di daerah pedalaman sangat patuh kepada perintah-perintah rajanya.
Adapun teori-teori masuknya Islam ke Indonesia sebagai berikut:
  • Pijnappel. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang dari benua India yaitu kawasan Gujarat dan Malabar yang memeluk Mazhab Syafi’i. teori ini didasarkan banyak masyarakat Indonesia yang memeluk Mazhab Syafi’i.
  • Snouck Hurgronje. Masuknya Islam ke Indonesia disebabkan oleh orang muslim Dhaka yang sudah menguasai kota-kota di pelabuhan selatan India. Diikuti oleh orang Arab yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW dengan gelar Sayyid atau Syarif, mereka megajarkan Islam kepada masyarakat Indonesia.
  • Arnold. Islam masuk ke Indonesia dibawa orang-orang Arab. Dengan dasar abad ke-7 dan ke-8 bangsa Arab membawa Islam ketika menguasai perdagangan di daerah Barat dan Timur. Naquib Al-Alatas melakukan penelitian pada abad ke-17, penghasil karya-karya Islam adalah orang-orang Arab dan Persia.
  • Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Persia. Karena banyak ejaan-ejaan arab yang berasal dari Persia. Umar Amin Husen berpendapat bahwa suku Persia atau Leran dating ke Jawa karena di daerah Giri terdapat kampong Leran.
  • H. J. De Graaf, Slamet Mulyana dan Denys Lombard. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Cina yang menganut Mazhab Syafii sepanjang jalur sutera. Hal ini dengan ditemukannya masyaakan Indonesia yang juga menganut Mazhab Syafii.pendapat lain mengatakan Islam ke Indonesia dibawa orang Cina yang melakukan ekspedisi dan menetap di Indoneisia.
  • Alwi Shihab. Islam masuk ke Indonesia dibawa pedagang sufi dari Arab uang masuk ke Cina lewat jalur Barat. Kemudian masuk ke Timur yaitu Indonesia. Dengan demikian Islam masuk ke Indoneisa dari orang Arab dengan Jalur Arab. H. Abdul Malik Karim Amrullah memperjelas bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Mesir dan Mekah.
2. Saluran Penyebaran Islam Berdasarkan asal daerah dan waktunya:
Dari daerah Mesopotamia yang dikenal sebagai Persia merupakan jalur utara. Dari Persia ke utara melalui darat Islam menyebar Afganistan, Pakistan dan Gujarat. Melalui laut ke timur menuju Indonesia. Dari jalur tersebut Islam memperoleh unsure baru yang disebut Tasawuf.
Melalui jalut tengah, dari bagian lembah Yordania dan di bagian timur melalui Semenanjung Arabia, khususnya Hadramaut yang berhadapan langsung ke Indonesia. Dari Semenanjung Arabia penyebaran agama Islam ke Indonesia lebih murni, diantaranya aliran Wahabi (dari nama Abdul Wahab) yang terkenal keras dalam penyiaran agama. Daerah yang merasakan pengaruhnya adalah Sumatra Barat.
Melalui jalur selatan yang berpangkal di Mesir. Dari kota Kairo yang merupakan pusat penyiaran agama secara modern. Indonesia memperoleh pengaruh utama dari organisasi keagamaan yang disebut Muhammadiyah.
Secara teperinci golongan penyebar agama Islam di Indonesia ada 3 yaitu:
  • Golongan Mubaligh atau guru agama Islam (sufi). Gologan ini adalah orang yang mempunyai orientasi bedakwah dan masuk ke Indonesia kira-kira abad ke-13 M yang berasal dari Arab dan Persia.
  • Golongan Pedagang. Golongan pedagang pertama kali masuk Indonesia adalah orang Arab, disusul orang Mesir, Persia dan Gujarat.
  • Golongan Wali. Wali yang terkenal memperkenalkan ajaran Islam di Indonesia adalah Wali songo, antara lain:
1. Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi (Gresik).
2.Sunan Ngampel atau Raden Rahmat (Ngampel Surabaya).
3.Sunan Bonang atau Radem Maulana Makdum Ibrahim (Bonang Tuban).
4.Sunan Drajat atau Syarifudin (Sedayu Surabaya).
5.Sunan Giri atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih (Giri Gresik).
6.Sunan Kalijaga (Kadilangu Demak).
7.Sunan Kedus atau Jafar Sodiq (Kudus).
8.Sunan Muria atau Raden Umar Said (Gunung Muria Kudus).
9.Sunan Gunung Jati (Gunung Jati Cirebon).
Di samping itu, penyiaran agama Islam dilakukan dengan beebagai cara yaitu:
  • Perdagangan. Proses Islamisasi melalui perdagangan sangat menguntungkan dan lebih efektif cara-cara lain. Apalagi yang terlibat bukan hanya masyarakat dari golongan bawah melainkan juga dari golongan atas seperti kaum bangsawan atau para raja.
  • Perkawinan. Para pedagang Islam dalam melakukan perdagangan memerlukan waktu yang lama, sehingga harus menetap di suatu daerah tertentu. Keadaan ini mempercepat hubungan dengan kaum pribumi/bangsawan. Terkadang juga sampai dengan perkawinan, sehingga melalui perkawinan terlahir seorang muslim.
  • Politik. Pengaruh kekuasaan seorang raja berpengaruh besar dalam proses Islamisasi. Setelah raja memeluk Islam, maka rakyatnya mengikuti jejak rajanya. Setelah tersosialisasi dengan agama Islam, maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaanyang diikuti dengan penyebaran agama Islam.
  • Pendidikan. Para ulama, guru agama atau para kyai juga memiliki peran penting dalam penyebaran Islam. Dengan mendirikan pondok pesantren sebagai tempat pengajaran agama Islam bagi para santri.
  • Kesenian. Melalui kesenian penyebaran agama Islam dapat dilakukan seperti melakukan pertunjukan wayang dan gamelan. Kesenian tersebut sangat digemari masyarakat. Dengan bercerita atau berdakwah para ulama dapat menyisipkan ajaranagama Islam.
  • Tasawuf. Para ahli tasawuf biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu rakyat, seperti menyembuhka penyakit dan lain-lain. Penyebaran agama Islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, alam pikiran dan budaya masyarakat pada saat itu, sehingga ajaran Islam dengan mudah diterima masyarakat.
Melalui berbagai saluran di atas, Islam dapat diteima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13 M. Dengan alas an sebagai berikut:
  • Islam bersifat terbuka, sehingga penyebaran agama Islam dapat dilakukan oleh siapa saja atau oleh setiap seorang muslim.
  • Penyebaran agama Islam dilakukan secara damai.
  • Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
  • Upacara-upacara dalam agama islam dilakukan dengan sederhana.
  • Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu.

Bukti-bukti Masuknya Islam ke Indonesia
Para ahli menafsirkan bahwa aagama dan kebudayaan Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 M, yaitu pada masa kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Bahwa pada masa itu telah terdapat aktifitas pedagang-pedangang Arab yang melakukan transaksi perdagangan di Kerajaan Sriwijaya.
Pendapat lain membuktikan bahwa ajaran dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat (India). Hai ini dilihat dari temuan unsur-unsur Islam yang memiliki kesamaan dengan India. Berdasarkan bukti-bukti ini, para ahli menyimpulkan bahwa ajaran dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M dibawa para pedagang dari Arab, Persia dan India (Gujarat).

Sumber-sumber Berita Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
  • Berita Arab. Para pedagang Arab dating ke Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya termasuk Selat Malaka pada masa itu.
  • Berita Eropa. Dalam perjalanan melaksanakan tugas dari Cina menuju Eropa melalui jalur laut, Marcopollo singgah di Sumatra bagian Utara. Di daerah ini, beliau telah menemukan adanya kerajaan Islam yaitu Kerajaan Samudra dengan ibukota Pasai.
  • Berita India. Para pedagang dari Gujarat mempuyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islamdi Indonesia. Karena disamping berdagang, mereka juga aktif mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada masyarakat yang dijumpai.
  • Berita Cina. Dari catatan Ma-Huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho menyaiakan bahwa kira-kira sejak tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai Utara Pulau Jawa.
Sumber Dalam Negeri.
  • Penemuan sebuat batu di Leran (dekan Gresik) yang menggunakan huruf Arab, yang berisi keterangan meninggalnya Fatimah binti Maemun (1028).
  • Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatra Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan 676 H atau1297 M.
  • Makan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresikyang wafat 1419 M. Jirat makam di datangkan dari Gujaratdan berisi tulisan-tilisan Arab.



3 komentar:

  1. Wah artikel'e kedawan lee.. marai ngantux

    BalasHapus
  2. wah seng kondo artikel sopo hahaha

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, membantu ulangan saya. Materi ini saya kurang tahu. Terima kasih bung. . .

    BalasHapus